Kawah Putih Ciwidey Bandung, merupakan salah satu destinasi wisata pilihan di propinsi Jawa Barat. Selain memiliki tempat wisata pantai Pangandaran yang cukup populer, Jawa Barat juga terkenal karena wisata pegunungan yang tak kalah menariknya. Salah Satunya adalah Wisata Kawah Putih Gunung Patuha, yang terletak di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Terus terang, seumur hidupku baru kali ini berkunjung ke danau Gunung Patuha, Kawah Putih Ciwidey Bandung. Selama ini hanya denger cerita dari kawan-kawanku yang sudah berulangkali mengunjungi kawah putih. Cukup ngiler juga sih lihat foto-foto selfinya di kawah putih yang begitu exotic. Batinku, kapan yah aku bisa main ke situ?

Tepatnya juni 2019 gak direncanakan bahkan, sepulang “ngebolang” menyusuri pantai selatan Jawa Barat yang dimulai dari Pangandaran lanjut ke pantai Santolo Garut. Kita mengambil jalur melingkar menyusuri bibir pantai ke arah Cianjur. Melewati Cidaun, Cianjur, perjalanan lanjut ke arah Bandung melalui jalan terjal dan berkelok menuju Ciwidey. Sebelum jalan ini di fungsikan, waktu tempuh Bandung ke Cidaun kurang lebih butuh delapan jam-an. Namun dengan adanya jalan ini bisa dipangkas hanya tinggal 2.5 jam-an saja. Walaupun memang jalannya melalui medan yang cukup menantang, begitu banyak jurang terjal, dan berkelok. Membuat jalan ini bak labirin raksasa.

Harga Tiket Masuk Kawah Putih

Akhirnya sampai juga aku di Kawah Putih Ciwidey Bandung. Setibanya di Kawah Putih seperti biasa kita bayar tiket masuk sesuai dengan jumlah orang dan jenis kendaraan. Waktu itu tiket per orang Rp 25.000 dan untuk kendaraan mobil sekitar Rp 50.000, motor Rp 5.000 kalau ga salah sih, abis dah lama juga sih. Jadi lupa-lupa ingat kek lagunya “Kuburan”.

Sesampainya di pintu masuk kawah putih, mulai tercium tuh aroma belerangnya. Alhamdulillah akang -akang disana ramah-ramah. Aku serasa tamu vip karena dapat perhatian khusus akang-akangnya yang dengan ramah dan sangat peduli sama pengunjung. Mereka nawarin kita masker medis kurang lebih Rp 5.000 an. Maklum lah di daerah wisata iya gak? Kalo ke apotek mungkin bisa kida dapet tuh masker dengan harga seribu perakan saja. Berhubung gak persiapan sebelumnya, jadinya yak sudah lah daripada keracunan atau pengap karena terlalu lama menghirup aroma belerang. Ya memang aromanya begitu menyengat waktu itu. Tapi itu semua kalah dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Cuacanya juga mendukung banget cerah berawan. Tidak terlampau panas buat jalan-jalan. Juga tidak hujan yang bisa membuat gagal syantik di tempat wisata. selangkah demi selangkah aku telusuri pinggiran danau yang berwarna putih kehijauan dan tampak sangat bersih. Bahkan, semampuku aku telusuri setiap sudut atau spot yang bisa dikunjungi. Agar rasa penasaranku akan Kawah Putih Ciwidey Bandung segera terlampiaskan.

Tiga jam lamanya kurang lebih kususuri setiap tempat yang ada. Berlomba dengan bocah-bocah smp yang entah datang dari mana? karena kalo ku dengarkan dialeknya sih bukan dari sekitaran bandung. Bahkan banyak juga wisatawan yang dari penampakannya berasal dari China, Korea bahkan negara-negara Eropa atau bule dah. Gak ngerti juga aku bedainnya, karena waktu itu gak sempet iseng tanya dariman-mananya.

Pesona kawah putih gunung patuha memang luar biasa indah. Padahal sebelumnyapun, selama perjalanan dari Pantai Santolo, Garut ke Kawah Putih Ciwidey Bandung, pun sudah disuguhi suasana dataran pegunungan yang sejuk, menyegarkan dan membuat suasana bathin kembali rileks. Sungguh memanjakan mata. Hamparan kebun teh yang terdampar luas, udara yang sejuk, pepohonan rindang yang berbaris rapih bak lomba baris berbaris. Pokoknya rugi deh jika selama perjalanan kita habiskan dengan hanya tidur.

Spot Menarik di Area Kawah Putih Ciwidey Bandung

Tidak hanya kawah putihnya saja yang bisa dijadikan untuk tempat selfie atau wefie di Kawasan Wisata Kawah Putih. Masih banyak spot lain, di dalam kawasan itu yang cukup menarik dan perlu sekiranya kamu kunjungi, diantaranya adalah:

Skywalk Cantigi

Belum puas menikmati Danau Patuha dari dekat, ingin rasanya menikmati keindahan danau Patuha ini dari kejauhan. Tampaklah sebuah jembatan dari bambu dengan tali-tali tambang yang masih dalam proses pekerjaan, setelah kita dekati ternyata jembatan tersebut sudah bisa diakses namun harus hati-hati.

Jembatan ini bernama Skywalk Cantigi. Kita bisa masuk dengan tiket sekitar Rp 10.000. Skywalk Cantigi merupakan jembatan yang terbentang sepanjang kira-kira 500 meter. Di ujung jembatan terdapat terminal berupa struktur terbuka yang terbuat dari bambu. Tujuannya memang untuk area selfie. Posisinya yang di ketinggian sangat cocok untuk mendapatkan view kawah dari sudut yang tak terduga. Dan ditempat inilah kita bisa menikmati indahnya Danau Patuha kawah Putih dari atas. Keren banget!

Sejarah Kawah Putih Ciwidey Bandung

Sedikit informasi mengenai sejarah danau patuha atau kawasan Kawah Putih Ciwidey Bandung. Dari yang aku baca di beberapa sumber mengenai sejarah kawah putih, juga pengamatanku sendiri saat berkunjung tidak lupa juga kita cari informasi kepada sesepuh di sana. Konon ceritanya bermula pada abad ke-10-an masehi, terjadi letusan gunung Patuha yang sangat dahsyat. Layaknya cerita di tataran pasundan yang tidak bisa lepas dari hal-hal yang mistis. Konon, setelah letusan tersebut, keangkeran wilayah letusan Gunung Patuha terus menghiasai cerita demi cerita yang diwariskan secara turun temurun tanpa ada riwayat yang jelas. Cerita itu terus berkembang dari mulut kemulut, yang setiap penuturannya dari satu generasi ke generasi lainnya tentunya sudah bercampur dengan bumbu dan narasi yang semakin lama semakin “waaah”. Padahal bisa jadi apa yang terjadi pada saat itu merupakan sebuah fenomena alam atau sunatulllah yang secara keilmuan sekarang bisa dijelaskan dengan baik. Misalnya cerita sekelompok burung yang melewati kawah putih yang tiba-tiba mati, sampai katanya tak ada satu makhlukpun yang berani melewati kawasan tersebut. Oleh karenanya, kawasan itu dapat diibaratkan terisolir dari kehidupan. Maka dikaitkanlah hal-hal itu dengan hal-hal yang mistis.

Sampai pda akhirnya, cerita tersebut sampai ketelinga cendikiawan bule bernama Dr Franz Wilhelm Junghuhn. Dia merupakan peneliti yang berkebangsaan Belanda. Ya emang waktu itu kan sebagian besar wilayah Ibu Pertiwi dalam genggaman “Belanda”. Saking penasaran akan kebenaran cerita itu, pada tahun 1937, Dr Franz Wilhelm Junghuhn dengan membawa beberapa penduduk disana sebagai guide, berangkatlah dia ke kawasan Kawah Putih Gunung Patuha. Yang konon dari cerita masyarakat sekitar merupakan kawasan angker. Dan ternyata memang benar, Dr Franz Wilhelm Junghuhn tidak menemukan seekor burung atau kawanan burung yang melintasi kawasan tersebut. Sepanjang perjalanannya Dr Franz Wilhelm Junghuhn terus berfikir kenapa tidak hal itu terjadi.

Kepanasaranannya lantas terjwab sudah ketika dia dan rombongan sampai Kawah Putih Gunung Patuha. Hal itu ternyata disebabkan karena Kawah Putih Ciwidey Bandung sangat aktif mengeluarkan aroma belerang yang sangat menyengat. Aroma belerang itulah yang menyebabkan burung dan binatang lainnya enggan melintas atau mendekati kawasa kawah putih.

Dari penemuan tersebut maka kemudian dibangunlah pabrik belerang bernama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Namun ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang maka pabrik tersebut berganti nama menjadi Kawah Putih Kenzaka Gokoya Ciwidey. Meskipun tempat ini sudah ada sangat lama namun pemerintah Indonesia baru menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata pada tahun 1987 saat pemerintahan Orde Baru. Dan sampai sekarang kawasan Kawah Putih Ciwidey Bandung hampir tidah pernah sepi dari pengunjung wisatawan lokal maupun mancanegara. Terutama pada saat liburan pnjang atau peak season sekitaran bulan juni sampai dengan september setiap tahunnya.